Acara kesepakatan bersama terhadap kedudukan, lokasi, jumlah alat tangkap yang di operasikan di perairan Buruk Bakul

BUKIT BATU- Bertempat di Desa Buruk Bakul Kecamatan Bukit Batu Kabupaten Bengkalis, Nelayan Gumbang dan Nelayan jaring Desa Buruk Bakul melakukan kesepakatan bersama terhadap kedudukan, lokasi, jumlah alat tangkap yang di operasikan di perairan Buruk Bakul, Kamis 11 Juli 2019.

Hadir dalam acara kesepakatan bersama terhadap kedudukan, lokasi, jumlah alat tangkap yang di operasikan di perairan Buruk Bakul tersebut Camat Bukit Batu yang diwakili oleh Sekcam Bukit Batu Taufik Hidayat, Ka.UPT PSDKP Wilayah II Provinsi Riau, Kasi Penegak Hukum Provinsi Riau, Dinas Perikanan Kabupaten Bengkalis, Kabid Wilayah Pelayanan Usaha Perikanan,Kades Buruk Bakul, Sekdes Buruk Bakul, dan Masyarakat Nelayan Gumbang dan Nelayan jaring Desa Buruk Bakul.

Adapun hasil dari kesepakatan dan pertemuan bersama tersebut adalah :

  1. Antara nelayan jaring dan nelayan gumbang wajib mematuhi aturan yang berlaku.
  2. Bagi nelayan gumbang tidak boleh lagi memasang alat tangkap gumbang ke tengah lagi hanya     boleh 0.5 Mil dari bibir pantai.
  3. Nelayan jarring harus menjaga jaringnnya jangan sampai hanyut ke tepi yang dapat bertabrakan dengan gelombang yang telah dipasang.
  4. Untuk nelayan gumbang dengan nelayan jarring diwajibkan untuk memiliki dan mengurus dokumen perikanan.
  5. Alat tangkap jaring dan gumbang harus tercatat jenis dan jumlah beserta alat bantu penangkapan dan dilaporkan ke dinas perikanan kabupaten tembusan ke Upt.psdkp wilayah II.
  6. Bagi nelayan gumbang yang telah memasang alat tangkap gumbang yang sudah terpasang lebih dari 950 m.harus mencabut dan memasang pada jalur penangkapan dibawah 950 m sesuai kesepakatan bersama nelayan jaring.
  7. Waktu pengangkatan gumbang yang melebihi batas yang telah ditetapkan adalah 2 bulan terhitung dari tanggal penandatanganan kesepakatan ini.
  8. Setiap warga yang bukan merupakan nelayan tempatan untuk melakukan usaha perikanan harus mendapat izin setempat(Desa Buruk Bakul).
  9. Tidak diperbolehkan lagi memasang gumbang dari lokasi yang telah ada walau ada mempunyai lahan pemasangan yang kosong.
  10. Nelayan gumbang hanya boleh memasang 5 Tampan (mato) untuk 1 orang nelayan.
  11. Setiap kelompok nelayan wajib mengantar/mengumpulkan data kelompok ke kantor desa setempat (Buruk Bakul) untuk di daftarkan sebagai kelompok nelayan desa.
  12. Nelayan Desa Buruk Bakul Kecamatan Bukit Batu Kabupaten Bengkalis akan mengurus segala bentuk izin yang dikeluarkan oleh pemerintah melalui dinas perikanan kabupaten bengkalis.

Demikianlah hasil dari kesepakatan bersama tersebut dan apabila ada yang melanggar kesepakatan ini maka harus siap diberikan sanksi sesuai peraturan perundang undangan yang berlaku.#sekrebb

Tulis Komentar